Apa sih Docker itu?
Pengenalan Docker
1. Apa Itu Docker?
Docker adalah platform yang memungkinkan kita untuk mengembangkan, mengirimkan, dan menjalankan aplikasi menggunakan container. Container adalah lingkungan terisolasi yang memungkinkan aplikasi berjalan dengan cara yang sama, baik di komputer lokal maupun di server produksi.
Docker menggunakan teknologi container untuk memungkinkan pengembang mengemas aplikasi dengan semua dependensinya, seperti libraries, frameworks, dan konfigurasi sistem yang dibutuhkan, sehingga aplikasi dapat dijalankan secara konsisten di berbagai lingkungan.
2. Docker diibaratkan...
Jika kita ibaratkan, Docker seperti sebuah kotak makanan yang membawa semua bahan makanan (aplikasi dan dependensinya). Ketika Anda memesan makanan di restoran, Anda hanya perlu membawa kotak makanan itu tanpa perlu khawatir tentang alat masak atau bumbu. Begitu juga dengan Docker, Anda tidak perlu khawatir tentang lingkungan server tempat aplikasi dijalankan, karena Docker sudah mengemas semuanya dalam container yang siap digunakan di mana saja.
3. Fungsi atau Kegunaan Docker
- Portabilitas: Aplikasi yang dikemas dalam container dapat dijalankan di berbagai platform, dari komputer pengembang hingga server produksi tanpa perlu konfigurasi ulang.
- Isolasi: Setiap aplikasi berjalan dalam container yang terisolasi, mengurangi kemungkinan aplikasi saling mempengaruhi satu sama lain.
- Efisiensi: Docker memungkinkan penggunaan sumber daya yang lebih efisien dengan menjalankan beberapa container dalam satu mesin fisik tanpa perlu virtualisasi penuh.
- Pemeliharaan Mudah: Dengan Docker, pengelolaan aplikasi menjadi lebih mudah karena setiap aplikasi dan dependensinya dapat diupdate atau di-deploy secara terpisah.
4. Cara Menginstal Docker di Debian 12
Berikut adalah langkah-langkah untuk menginstal Docker di Debian 12:
- Perbarui daftar paket dengan perintah:
sudo apt update - Install dependensi yang diperlukan:
sudo apt install apt-transport-https ca-certificates curl software-properties-common - Tambahkan repositori Docker GPG key:
curl -fsSL https://download.docker.com/linux/debian/gpg | sudo apt-key add - - Tambahkan repositori Docker ke sumber apt:
sudo add-apt-repository "deb [arch=amd64] https://download.docker.com/linux/debian $(lsb_release -cs) stable" - Perbarui kembali daftar paket:
sudo apt update - Install Docker:
sudo apt install docker-ce - Verifikasi instalasi Docker:
sudo systemctl status docker
5. Cara Menggunakan Docker
Berikut adalah beberapa perintah dasar untuk menggunakan Docker:
docker --version- Menampilkan versi Docker yang terinstal.docker pull- Mengunduh image Docker dari Docker Hub.docker run- Menjalankan container dari image yang sudah diunduh.docker ps- Melihat daftar container yang sedang berjalan.docker stop- Menghentikan container yang berjalan.docker rm- Menghapus container yang sudah berhenti.
6. Menggunakan ID Docker dengan Perintah `docker run -it`
Salah satu cara untuk masuk ke dalam container Docker yang sudah berjalan adalah dengan menggunakan perintah:
docker run -it/bin/bash
Perintah ini memungkinkan kamu untuk menjalankan sebuah container dan langsung masuk ke dalamnya dengan terminal interaktif. Di dalam container, kamu bisa menjalankan perintah-perintah yang diperlukan untuk pengembangan atau troubleshooting. Misalnya:
docker run -it d3b3d1b95d21 /bin/bash
Dengan perintah ini, kamu akan masuk ke dalam container dengan ID d3b3d1b95d21 dan mendapatkan shell bash di dalam container tersebut, yang memungkinkan kamu berinteraksi langsung dengan aplikasi yang sedang berjalan.
7. Implementasi Docker dalam Proyek
Misalkan Anda mengembangkan sebuah aplikasi web yang menggunakan database MySQL. Anda bisa membuat dua container: satu untuk aplikasi web (misalnya menggunakan Nginx atau Apache) dan satu lagi untuk database MySQL. Docker memungkinkan Anda untuk menjalankan keduanya dalam lingkungan yang terisolasi dan mudah dikelola.
Berikut adalah langkah-langkah untuk mengimplementasikan Docker dalam proyek aplikasi web dan database:
- Langkah 1: Buat file
docker-compose.ymlyang berisi konfigurasi untuk kedua container, seperti ini:
version: '3'
services:
web:
image: nginx
ports:
- "80:80"
db:
image: mysql
environment:
MYSQL_ROOT_PASSWORD: example
Dengan file docker-compose.yml ini, kita mendefinisikan dua layanan: satu untuk Nginx dan satu untuk MySQL. Nginx akan mendengarkan di port 80, sementara MySQL akan dijalankan dengan password root example.
- Langkah 2: Jalankan perintah berikut untuk mulai menjalankan container:
docker-compose up
Perintah ini akan menjalankan kedua container di background dan mengonfigurasi semua dependensi yang diperlukan.
- Langkah 3: Akses aplikasi web di browser dengan menuju
http://localhost.
8. Kelebihan dan Kekurangan Docker
Kelebihan Docker:
- Portabilitas yang tinggi: Aplikasi bisa dijalankan di berbagai lingkungan tanpa perubahan konfigurasi.
- Isolasi aplikasi yang kuat dalam container, mencegah konflik antar aplikasi.
- Memudahkan pengembangan, pengujian, dan deployment aplikasi secara lebih efisien.
- Dukungan besar dari komunitas dan banyak dokumentasi yang tersedia.
Kekurangan Docker:
- Container tidak sepenuhnya terisolasi, masih ada potensi masalah terkait keamanan jika tidak dikonfigurasi dengan baik.
- Pengelolaan banyak container bisa menjadi rumit tanpa alat seperti Kubernetes.
- Memerlukan pemahaman yang lebih mendalam tentang pengelolaan container dan orkestrasi.

0 Response to "Apa sih Docker itu?"
Posting Komentar